Sebelum tahun 2011, wilayah yang kini menjadi Desa Golo Paleng merupakan bagian integral dari Desa Golo Rentung. Sebagai desa induk, Golo Rentung memiliki wilayah yang sangat luas dengan topografi perbukitan khas wilayah Lamba Leda. Luasnya wilayah ini seringkali menjadi tantangan bagi warga di pelosok untuk mendapatkan akses administrasi kependudukan dan pembangunan yang merata.
- Semangat Pemekaran (Tahun 2011)
Seiring dengan terbentuknya Kabupaten Manggarai Timur (yang mekar dari Manggarai pada tahun 2007), arus pembangunan di tingkat kecamatan mulai dipercepat. Pada tahun 2011, melalui aspirasi tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, diusulkanlah pemekaran Desa Golo Rentung.
Tujuan utama dari pemekaran ini adalah:
- Memperpendek Rentang Kendali: Agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk urusan surat-menyurat.
- Pemerataan Pembangunan: Agar alokasi dana desa dapat menyentuh titik-titik pemukiman yang sebelumnya terisolasi.
- Kemandirian Lokal: Mengelola potensi pertanian dan perkebunan desa secara mandiri.
- Peresmian dan Identitas Desa
Melalui Keputusan Bupati Manggarai Timur, Desa Golo Paleng resmi terbentuk sebagai salah satu dari 13 desa di wilayah Kecamatan Lamba Leda. Nama "Golo Paleng" sendiri diambil dari identitas geografis dan budaya setempat. Dalam bahasa Manggarai, "Golo" berarti bukit/puncak, yang mencerminkan posisi desa yang berada di ketinggian dengan pemandangan alam yang asri.
Sejak resmi berdiri, Desa Golo Paleng mulai menata struktur organisasinya, mulai dari penunjukan Penjabat Kepala Desa hingga pemilihan Kepala Desa definitif pertama, serta pembentukan perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
- Masa Kini: Bagian dari Lamba Leda
Kini, Golo Paleng berdiri sejajar dengan desa-desa lain di Lamba Leda. Fokus utama desa ini tetap pada sektor pertanian dan perkebunan, yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakatnya. Meski tergolong desa muda, semangat gotong royong masyarakat Golo Paleng terus dipelihara untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dan meningkatkan taraf hidup warga desa.